Mengenai Saya

Foto Saya
kami adalah mahasiswa pendidikan sejarah.. mahasiswa yang selalu dicerca, yang hanya mempelajari masa yang telah berlalu... namun kami punya keyakinan semua ada ahlinya, dan kami adalah mahasiswa yang mempunyai sedikit kelebihan dalam mempelajari sejarah.

Sabtu, 28 Maret 2009

PENGALAMAN JEPANG: SEJARAH SINGKAT JEPANG


Judul Buku : Pengalaman Jepang: Sejarah Singkat Jepang

Pengarang : W.G. Beasley

Penerbit : Yayasan Obor Indonesia

Tahun terbit : 2003

Kota terbit : Jakarta

Tebal : 356 hal

Jepang merupakan salah satu negara yang terletak di Asia Timur. Jepang terdiri dari 4 pulau besar yaitu Honshu, Shikoku, Kyusu dan Hokkaido. Beberapa aspek dari kebudayaan Jepang berasal dari zaman purba yaitu jaman sebelum ada tulisan sehingga untuk menelusurinya sangat sulit. Di bidang politik catatan dari Cina meski jelas namun tidak terlalu meyakinkan. Ada sebuah bukti yang menunjukkan bahwa perjalanan utusan Cina itu tidak melebihi tepi sungai Kyusu Utara.

Orang-orang Jepang tidak punya kebiasaan mendirikan monument bertuliskan nama dan tahun raja-raja memerintah. Pada masa awal Jepang kepercayaan yang dianut bermacam-macam. Misalnya saja Shinto, petunjuk Dewa-dewa (Kami), bersumber hampir sepenuhnya pada Kojiki dan Nihon Shoki. Karena kedua kronik ini disusun pada waktu Jepang sedang berada di bawah pengaruh kebudayaan Cina yang semakin besar dan agama yang lain yaitu Buddha. Kedua agama tersebut yaitu Shinto dan Buddha dapat hidup berdampingan bahkan menjalin hubungan simbiosis sepanjang sebagian besar sejarah Jepang.

Di Jepang istana dan ibukota pindah setiap kali ada raja baru karena kematian menimbulkan pencemaran ritual. Daerah Asuka di selatan daratan Nara sebagai pusat kehidupan politik. Di sanalah kuil-kuil Buddha yang pertama didirikan dan merupakan ibukota pertama Jepang yang sesungguhnya dibangun. Ibukota ini adalah Fujiwara yang berasal dari ide kaisar Temmu. Namun di tahun 711, Fujiwara hancur luluh dimakan api. Peristiwa ini tepatnya setahun setelah ibukota pindah ke Nara yang sering dikenal dengan Heijo.

Nara mengalami kemunduran dari sisi dan ukuran jumlah penduduk setelah Heihan menggantikannya sebagai pusat pemerintahan. Pemindahan pusat pemerintahan dari Nara ke Heihan terjadi dalam dua tahap, awal masa Kammu berkuasa (781-806) dan tahun 794 yang akhirnya dinamakan Heihan. Bangunan-bangunan di Heihan menunjukkan kontras yang sama dengan bangunan-bangunan yang bergaya Cina untuk kantor pemerintahan. Dari tahun ke tahun pemerintahan diturunkan kepada keluarga-keluarga Fujiwara.

Agama Budha berkembang di India yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Ketika tiba di Jepang maka dengan cepatnya dapat berkembang. Namun selain agama Budha juga ada agama Shinto yang berkembang. Diantara kedua agama tersebut bisa hidup berdampingan. Hanya saja terdapat beberapa perbedaan. Dari sini Cina mulai berpengaruh terhadap Jepang. Selain dalam bidang agama yang terpengaruh oleh Cina anamun dalam hal kesusastraan, kesenian dan musik juga berasal dari Cina. Misalnya saja penulisan sajak-sajak dari Cina banyak dilakukan di Jepang. Selain itu ada lukisan-lukisan yang dipengaruhi oleh gaya dan inspirasi dari daratan Cina. Sehingga cukup banyak hal yang mrnunjukkan luasnya pengaruh Cina dan Korea terhadap Jepang abad k-7, abad ke-8 dan abad ke-9. Bersama-sama pengaruh Cina dan Korea menciptakan tradisi klasik Jepang,. Namaun ketika terjadi masalah dengan Cina maka kebudayaan itu telah banyak berkurang mempengaruhi Jepang. Sehingga dengan ini maka Jepang mulai mengembangkan kebudayaan sendiri.

Pada tahun 907 dinasti T’ang runtuh dan Cina menjadi kacau. Sejak itulah pengaruh Cina mulai berkurang shingga pada abad ke 10 Jepang mengalami perubahan, semula yang serba Cina sekarang menjadi campuran yaitu antara Cina dan Jepang, di bawah peraturan hukum Nara. Namun lambat laun Narapun semakin mundur. Lembaga-lembaga mengalami kemunduran. Ketika system wajib jadi serdadu dihapus dan kemudian muncullah kelas prajurut.

Perkembangan feodalisme menyebabakan putusnya hubungan Jepang dengan kelembagaan Cina. Perubahannya yaitu dalam bidang budaya. Agama Buddha masa feodalisme meski masih sepenuhnya berpijak pada budaya Cina namun penggunaan bahasanya semakin mudah dipelajari. Dua sekte baru yang berfokus pada Amida sebagai jalan menuju keselamatan manusia merupakan alat utama dalam perubahan. Kemudian aliran lain pada periode Kamakura, Buddha Zen lebih berkait dengan Samurai. Dan sebelum abad ke-17 kesusasteraan Jepang yang dulunya berisi filsafat politik namun sekarang sudah mulai berkurang. Sampai perode Heihan kekuasaan raja tidak ditantang baik oleh sejarawan maupun peristiwa. Dan tidak ada tuntutan atas kekuasaan raja pada masa itu. Minamoto Yoritomo menolak tinggal di Istana, kerena dalam periode ini memutuskan bagaimana menyesuaikan uraiannya kepada kenyataan bahwa Jepang memilih dua pusat yang saling berzaing yang mengaku sebagai pemegang kekuasaan yang sah.

Biksu Buddha mencoba memecahkan masalah tersebut yaitu Jien yang menulis sejarah bernama Gukansho, sebuah catatan tentang pandangan bodoh. Uraiannya dalam bentuk kronik dengan kerangka pemerintahan raja. Dimana pendapatnya bahwa kemunduran dapat dihambat walaupun hanya sementara dengan Amaterasu yang bekerja melalui keturunan kerajaan dan keluarga Fujiwara. Kemudian muncul lagi debat mengenai peranaan raja dan Shogun yang berlangsung di bawah Tokugawa yang merupakan hal baru dalam penulisan sejarah di Jepang.

Dalam kesusasteraan periode abad pertengahan kegemaran pada gaya Jepang semakin meningkat, disertai upaya untuk membuat kesusasteraan populer. Selama masa Kamakura berkesinambungan dengan masa akhir Heian yaitu digantikannya kedudukan anggota istana raja sebagai pelindung oleh para penguasa feodal dan panglima perang pendukungnya. Dalam arsitektur misalnya pembangunan kembali Kofukuji dan Todaici di Nara yang hancur dalam peperangan antara Taira dan Hinamoto dilakukan perubahan seni patungnya.

Selain itu patung Jeidaiditsu di Kamakura merupakan patung perunggu Amida setinggi 11 meter ditemukan pada tahun 1252, bangunan yang melindunginya hancur oleh gelombang pasang tahun 1492 tidak pernah dibangun kembali, kemudian kepindahan Shogun ke Muromaji setelah tahun 1336 memperkokoh ikatan antara gaya bangunan istana dan panglima perang. Barangkali inilah sebabnya pengaruh Cina yang masuk ke Jepamg pada periode Kamakura dan Mirimachi tampak, bila kita menoleh ke masa silam, tidak terlalu mendalam dibandimgkan dengan pengaruh Cina di Nara dan pada awal Heian. Kita juga tidak perlu heran mengapa demikian. Jepang pada masa itu sudah beberapa abad memiliki kesempatan menyerap apa yang dianggapnya berguna baginya dari kebudayaan Cina. Tahap abad pertengahan tidak hanya banyak berperan kecuali sekedar menambah pengetahuan Jepang sedikit mengenai Sung dan T’ang dan meski Zen penting sebagai alat dalam perkembangan ini, Jepang menyerap semua ini baik dari sisi kehidupan sehari-hari maupun dari sisi keagamaan.

Rentetan perang saudara yang terjadi di Jepang tahun 1467 menyebar ke seluruh Jepang. Sehingga menghansurkan sisa-sisa wewenang yang ada di tangan Ashikaga. Namun disisi lain perang saudara juga membawa perubahan dalam tatanan masyarakat feodal. Tahun 1500 muncul generasi baru pemimin. Suatu ketika ada seseorang yang memenuhi persyaratan dan berambisi untuk menjadi pemimpin Jepang. Tokoh tersebut yaitu Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu.

Tahun 1467-1560 orang Jepang menyebut periode ini dengan Sengoku yang artinya negeri sedang berperang. Tahap pertama peperangan Sengoku berlangsung sampai 1477. Pertempuran itu selama 10 tahun mengakibatkan ibukota hancur berkeping-keping dan Bakufu (pemerintahan militer) kacau balau. Kemudian di setiap pucuk pemimpinan diduduki daimyo yang didiami oleh vassal-vasal. Pada masa Nobunaga dan Hideyoshi, mempunyai tugas untuk membangun kembali Negara. Nobunaga menggunakan beberapa tahun kedudukannya untuk memperkokoh kedudukannya yang dilindungi oleh vasal Imagawa.

Di tahun menjelang akhir hayatnya Nobunaga memperketat tali kendali atas provinsi-provinsi di bagian tengah. Yaitu dengan menggerakkan potensi ancaman dari para tuan tanah yang mengharuskan bertempur melawan pihak yang pernah jadi sekutunya. Selain itu juga mengurangi kekuasaan duniawi agama Buddha yang berkembang sangat besar.

Kemudian setelah Nobunaga wafat dilanjutkan oleh Hideyoshi sampai tahun 1590 dengan menakhlukkan keluarga Hojo di Odawara dan keluarga Shimaru di Kyusu. Adapun peraturan yang dukeluarkan yaitu peraturan kepemilikan tanah dan perturan pecutan bagi para petani. Dengan tujuan mengontrol kekayaan para tuan tanah dan para petani supaya tidak melancarkan perlawanan. Saat Hideyoshi menyerang Korea, Tokugawa Ieyasu memperkaut posisinya di Jepang.

Terjadilah perang antar kelompok daimyo yang memihak Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu yang dimenangkan oleh Tokugawa. Kemenangan ini disusul dengan berdirinya pemerintahan militer Edo tahun 1603. Pemerintahan militer Edo menjadi simbol kematangan feodalisme Jepang yang ditandai dengan system pengontrolan dalam segala bidang. Namun keruntuhan Bakufu Edo (pemerintahan militer Edo) tidak dapat dihindari karena faktor eksternal dan internal.

Modernisasi Jepang pada zaman Meiji mengalami perdebatan. Dalam konteksnya modernisasi merupakan kesadaran akan adanya ketebelakangan akibat terkekangnya kebebasan berpikir dan berpendapat. Kesadaran ini justru lahir dari para elite politik Tokugawa. Bagi kelas samurai menyatakan bahwa bangsa barat unggul dalam bidang ilmu dan teknologi. Dalam waktu yang cukup lama Jepang akhirnya muncul sebagai negara modern.

Dengan adanya ilmu dan teknologi merangsang munculnya hal-hal baru. Kreatifitas akan mendekatkan manusia dalam filosofi yang akan mendoring ke arah yang lebih baik. Adanya revolusi Industri merupakan perwujudan dari hal tersebut. Tahun 1914 terjadi pembunuhan putra mahkota Austria oleh pemuda Serbia di Sarajevo. Sehingga memunculkan beberapa perang antara lain Jerman menyatakan perang kepada Prancis dan Rusia yang kemudian disusul oleh negara yang lain. Hal inilah yang memicu timbulnya perang Dunia I.

Posisi Jepang dalam perang dunia II yaitu awalnya Jepang mengklaim jajahan Jerman dan mengajukan 21 pasal. Keangkuhan Jepang membangkitkan permusuhan rakyat Cina terhadap Jepang. Tahun 1918 Jepang mengirimkan pasukannya ke Serbia. Latar belakang tindakan Jepang ketika meletusnya revolusi sosialis Rusia tahun 1917 yang mengakhiri kekuasaan rezim Tsar. Jerman yang bermasalah dengan pemerintahan Soviet akhirnya mengadakan perjanjian dan Jerman mengalami kegagalan, yang mengakibatkan Jerman menyerah kepada Sekutu. Dalam konferensi Paris, Presiden Wilson mengajukan gagasan dibentuknya LBB sebanyak 24 negara masuk menjadi anggota LBB.

Pasca Perang dunia II Amerika menjadi kekuatan ekonomi. Kebudayaan yang beragam mulai mempengaruhi penduduk kota Negara-nehara Eropa dan Jepang. Para intelektual Korea mengumumkan tuntutan kemerdekaan dari Jepang Maret 1919 di Seoul. Yang memunculkan gerakan dari mahasiswa yaitu gerakan Kemerdekaan I. Kekecewaan mahasiswa di Beijing meledak dalam bentuk protes atas perjanjian Paris yang mengalihkan bekas jajahan Jerman di Cina kepada Jepang. Sesungguhnya usaha untuk membendung pengaruh Jepang di Asia Timur dan Pasifik telah dilakukan oleh Amerika yang memperakarsai Konferensi Washington tahun 1921. Yang kemudian disepakati bahwa kemerdekan Cina dan keutuhan wilayah teritorialnya harus diakui. Yang membuat kaget Jepang yaitu Jepang harus mengembalikan Semenanjung Shatung pada Cina.

Pada saat dunia sedang mengalami depresi dunia, Jepangpun juga terkena pengaruh depresi dunia tersebut. Perusahaan dan pabrik bangkrut, pengangguran di mana-mana. Yang menjadi andalan ekonomi Jepang yaitu sutera dan beras sejak zaman Meiji mengalami kemerosotan. Dengan keadaan seperti ini maka memeberi ruang yang lebar bagi berkembangnya ideologi sosialis.

Lahirnya fasisme dan militerisme, kekacauan yang dialami Jerman pasca PD I, diklaim oleh NAZI. Di negara-negara lain seperti Italia partai fasis memegang kekusaan pada tahun 1922 yang menerapkan pemerintahan diktator. Ekonomi Jepang yang terkena pengaruh dari depresi dunia dapat pulih kembali yaitu semenjak ditetapkannya Manchuria sebagai garis hidup Jepang yang menjadi awal gerakan militerisme.

Frustasi militer terhadap peran politik yang tidak sanggup menyelesaikan adanya krisis ekonimi mendorong para perwira angkatan laut membunuh perdana menteri Inukai Tsuyoshi yang kemudian dikenal dengan perituiwa Go Ichi Go JIken. Pada 26 Februari 1936 meledak peristiwa Nini Roku Jiken yang dilakukan oleh perwira muda angkatan darat yang memblokir kota Tokyo. Setahun sebelum peristiwa tersebut tentara Jepang yang bertugas di Manchuria mengebom kereta api dekat Mukden yang menjadi titik awal perang Cina-Jepang. Jepang memisahkan Manchuria dari Cina dan mendirikan negara boneka. Sejak adanya peristiwa Manchuria industri persenjataan berkembang pesat. Pada tahun 1933, Jepang keluar dari LBB.

Terjadinya PD II dimulai ktika Hitler menginvasi ke arah Timur dan menganeksasi Cekoslowakia tahun 1939. Di tahun yang sama Jerman menjalin aliansi militer dengan Italia. Perang kemudian menjalar ke berbagai negara. Pemerintah militer Jepang percaya bahwa Jepang tidak mampu mengalahkan Cina, karena Amerika dan Inggris mengirimkan bantuan ke Cina melaui Asia Tenggara. Dalam kondisi ini, Jepang berencana memuruskan hubungan Inggris dan Amerika dengan menduduki Negara-negra Asia tenggara. Jepang meniru Jerman dalam mengeksploitasi bahan baku negara lain. Setelah Perancis kalah dari Jerman tahun 1940, Jepang meluaskan invasinya ke Selatan dan menduduki bagian utara jajahan Perancis.

Jepang membentuk aliansi militer bersama-sama dengan Jerman dan Italia. Sejak saat itu Jepang mengumandangkan ide Daitoa Kyoeiken yang dikumndangkan Jepang untuk mendepak segala kepentingan Amerika dan Eropa dari negara-negara Asia. Tetapi ide ini hanya sebagai langkah awal Jepang untuk menguasai Asia Timur dan Asia Tenggara. Setelah itu Jepang menandatangani Prejanjian non Agresi dengan Uni Soviet. Jepang yang tidak mau menghentikan perang dengan Cina diboikot oleh Ameriaka. Ketika Jepang menduduki Indocina Amerika mengembargo ekspor bahan bakar minyak ke Jepang.

Menteri peperangan Jepang Hideki Tojo menjadi perdana menteri, negosiasi tetap dilakukan oleh Amerika. Puncaknya yaitu penyerangan pangkalan militer Amerika secara tiba-tiba oleh Jepang 8 Desember 1941. Sehingga mendorong adanya Perang Pasifik. Dalam 3 bulan Jepang berhasil menduduki Hongkong dan Manila. Serangan Amerika terhadap Jepang mendesak Jepang untuk mundur dari medan Perang Pasifik. Tahun 1942 Jepang mengalami kekalahan dalam pertempuaran di Midway dan mengalami kehancuran total di Guadalcanal. Tahun 1944 Saigon diduduki Amerika. Jepang juga kalah di front Birma dan Saigon dijadikan sebagai pangkalan milter. Pada 6 Agustus 1946 Ameriaka menjatuhkan bom ke Hirosima dan Nagasaki sehingga Jepang hancur, dan kemudian Jepang menyerah tanpa syarat terhadap Sekutu.

Dalam pemikiran Mark lahirlah pemikiran fasisme untuk menyelamatkan para kapitalis. Sang diktator proletariat merupakan upaya untuk mengakhiri dominasi kapitalisme. Pasca PD II fasisme Jerman dan militerisme Jepang hancur. Perang Korea 1950, Perang Vietnam 1960-1970an dan Revolusi Islam Irak juga Perang Bosnia dan lain sebagainya merupakan refleksi dari kegagalan negara-nrgara adikuasa. Kondisi Jepang setelah parang adalah perubahan-perubahan dari tahap perkembangan menuju negara modern. Jepang setelah mulai mengambil alih peradaban Cina pada abad ke-6 dan ke-7. Jepang merupakan negeri sekuler sejak zaman Tokugawa.


by: Ayuk P

1 komentar:

  1. maav dalam buku diatas apakah ada disebutkan susunan masyarakat pada zaman edo? hal berapakah dalam buku?mohon dibalas ya...terima kasih

    BalasHapus

Loading...